April 22, 2019 Contributor

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen Bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis. Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat ditentukan oleh kesinambungan antar upaya program dan sektor, serta kesinambungan dengan upaya-upaya yang telah dilaksanakan oleh periode sebelumnya.

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004, tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) mengamanatkan bahwa setiap kementerian perlu menyusun Rencana Strategis (Renstra) yang mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Selanjutnya Menteri Kesehatan mengamanahkan bahwa Renstra Kementerian Kesehatan harus dijabarkan dalam Rencana Aksi Kegiatan Unit Eselon I.

Sistem perencanaan pembangunan nasional (SPPN) mengamanatkan bahwa setiap kementerian perlu menyusun Rencana Strategis (Renstra) yang mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Sehingga Kementerian Kesehatan untuk kurun waktu tahun 2015–2019 dituangkan dalam bentuk Rencana Strategi (Renstra). Pembangunan kesehatan pada periode 2015-2019 adalah Program Indonesia Sehat dengan sasaran meningkatkan derajat kesehatan dan status gizi masyarakat melalui melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang didukung dengan perlindungan finansial dan pemeratan pelayanan kesehatan. Program Indonesia dituangkan dalam sasaran pokok RPJMN 2015-2019.

Program Indonesia Sehat dilaksanakan dengan 3 pilar utama yaitu paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan dan jaminan kesehatan nasional. Pilar paradigma sehat di lakukan dengan strategi pengarusutamaan kesehatan dalam pembangunan, penguatan promotif preventif dan pemberdayaan masyarakat. Pilar penguatan pelayanan kesehatan dilakukan dengan strategi peningkatan akses pelayanan kesehatan, optimalisasi sistem rujukan dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan, menggunakan pendekatan continuum of care dan intervensi berbasis risiko kesehatan. Sementara itu pilar jaminan kesehatan nasional dilakukan dengan strategi perluasan sasaran dan benefit serta kendali mutu dan kendali biaya.

Rencana aksi kegiatan (RAK) BTKLPP Kelas I Manado tahun 2015-2019 ini merupakan upaya untuk mengidentifikasi aksi strategis yang akan diimplementasikan dalam mencapai tujuan. BTKLPP Kelas I Manado menyusun Rencana Aksi Kegiatan (RAK) tahun 2015 – 2019 dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, dimana dalam rencana aksi memuat arah kebijakan, strategi, tujuan dan sasaran serta program-program dan tata cara penyelenggaraan, pemantauan dan penilaian yang dilengkapi dengan indikator kinerja yang akan dicapai. Upaya tersebut dilakukan dengan memperhatikan dinamika kependudukan, Epidemiologi penyakit, perubahan ekologi dan lingkungan, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) serta globalisasi dan demokratisasi dengan semangat kemitraan dan kerjasama lintas sektoral.

Penekanan diberikan pada peningkatan perilaku dan kemandirian masyarakat serta upaya promotif dan preventif. Pembangunan nasional harus berwawasan kesehatan yaitu setiap kebijakan publik selalu memperhatikan dampaknya terhadap kesehatan.

Sehubungan dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden (Perpres) No. 35 tahun 2015 tentang susunan organisasi kementerian kesehatan dan Peraturan Kementerian Kesehatan RI Nomor 64 tahun 2015 tentang organisasi dan tata kerja kementerian kesehatan. Berdasarkan peraturan tersebut maka pemerintah membuat Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2017 yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Peraturan Presiden nomor 45 tahun 2016 yang berisikan tentang perencanaan pembangunan dilakukan melalui pendekatan money follow function diubah pendekatannya menjadi money follow program. Perubahan pendekatan tersebut membawa konsekuensi untuk focus pada program-program prioritas yang telah ditetapkan oleh pemerintah baik dibidang kesehatan maupun dibidang lainnya sehingga Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI menyusun petunjuk penyusunan perencanaan penganggaran program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Jukren Ditjen P2P Tahun 2017).

Berdasarkan perubahan tersebut maka BTKLPP Kelas I Manado melakukan penyesuaian Rencana Aksi Kegiatan (RAK) BTKLPP Kelas I Manado tahun 2015-2019, dilengkapi dengan indikator Kinerja serta perkiraan anggaran yang dibutuhkan. Untuk memudahkan penjabaran di dalam dokumen RAK ini maka uraian rencana kegiatannya disusun berdasarkan tugas pokok dan fungsinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.